Momentum Strategis Muhammadiyah dan Pemerintah Kota Jakarta Barat
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Barat menyelenggarakan Hari Bermuhammadiyah pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di Aula Masjid Al-Israq, Jakarta Barat. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meneguhkan peran Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan yang terus berkontribusi nyata dalam pembangunan umat dan daerah.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Persyarikatan, tokoh masyarakat, pimpinan amal usaha, serta kader Muhammadiyah dari berbagai unsur. Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Iin Mutmainah, S.Sos., M.Si., Wali Kota Administratif Jakarta Barat.
Pendidikan sebagai Fondasi Menyongsong Indonesia Emas 2045
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pendidikan dan pengajaran merupakan fondasi utama dalam menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global hanya dapat dicapai melalui pendidikan yang berkualitas serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Indonesia Emas 2045, menurutnya, bukan sekadar agenda nasional pemerintah, melainkan momen penting yang menuntut partisipasi seluruh komponen bangsa. Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah dinilai memiliki peran strategis dan historis karena sejak awal berdirinya telah konsisten mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara melalui pendidikan, dakwah, dan kerja-kerja sosial yang berkelanjutan.
Peran Historis Muhammadiyah dalam Mencerdaskan Bangsa
Wali Kota menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah yang terus hadir dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam penguatan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter. Amal usaha Muhammadiyah dinilai sebagai pilar penting dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berkeadaban.
Tantangan Lingkungan Perkotaan dan Kepedulian Bersama
Selain isu pendidikan, Wali Kota juga menyoroti tantangan lingkungan perkotaan di Jakarta Barat, khususnya tingginya curah hujan yang berpotensi menimbulkan banjir, saluran air dan got yang tersumbat, serta masih perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan kolaborasi aktif antara pemerintah dan masyarakat.
Kebersihan Sebagian dari Iman: Kolaborasi Nilai dan Kebijakan
Dalam perspektif nilai keagamaan, Wali Kota mengingatkan bahwa menjaga kebersihan sejalan dengan ajaran Islam, karena kebersihan merupakan sebagian dari iman. Oleh karena itu, organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial.
Forum Ulama–Umaro untuk Jakarta Barat Berkemajuan
Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan rencana Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat untuk menginisiasi Forum Ulama dan Umaro sebagai wadah sinergi antara tokoh agama dan pemerintah. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog dan kolaborasi dalam merumuskan kebijakan strategis demi kemajuan Jakarta Barat yang religius, inklusif, dan berkeadaban.
Menuju Jakarta Barat sebagai Bagian dari Kota Global
Wali Kota juga menegaskan harapannya agar Jakarta Barat mampu berkontribusi aktif dalam mendukung Jakarta sebagai kota global, yakni kota yang dihuni oleh berbagai etnis dan latar belakang budaya yang hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, tanpa friksi dan konflik, serta bersama-sama membangun masa depan yang adil dan berkemajuan.
Urgensi Kebersatuan, Kebersamaan, dan Kekompakan Umat
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Akhmad H. Abubakar, SE., MM., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jakarta, menekankan urgensi kebersatuan, kebersamaan, dan kekompakan sebagai syarat mutlak dalam proses kemajuan organisasi dan masyarakat. Kebersatuan akan melahirkan kebersamaan, dan kebersamaan yang dikelola dengan kekompakan akan menghasilkan langkah-langkah besar yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
Muhammadiyah sebagai Gerakan Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial yang Istiqamah
Sementara itu, Dr. Ir. Narmodo, M.Ag, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Barat, menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal kelahirannya telah konsisten menjadikan pendidikan, kesehatan, dan sosial sebagai pilar utama perjuangan. Ketiga bidang ini merupakan fondasi strategis dalam mewujudkan umat dan bangsa yang berkemajuan.
Ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah akan terus berkarya secara istiqamah pada jalurnya, mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara melalui penguatan pendidikan, pelayanan kesehatan, kerja-kerja sosial, serta berbagai bidang strategis lainnya. Gerakan ini merupakan dakwah yang terintegrasi antara pembangunan manusia, pembangunan sosial, dan pembangunan moral.
Muhammadiyah, menurutnya, juga berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran beragama, yakni menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi larangan-Nya, tidak hanya dalam aspek ritual, tetapi juga dalam etika sosial, keadilan, dan tanggung jawab kebangsaan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan dan pengajaran Muhammadiyah harus terus berinovasi, baik dari sisi keunggulan kualitas maupun metodologi, agar mampu melahirkan generasi yang berilmu, berdaya saing, serta memiliki kepekaan sosial. Cita-cita besar Muhammadiyah adalah berkontribusi melahirkan bangsa Indonesia yang saleh secara spiritual sekaligus saleh secara material—adil, makmur, dan berkeadilan sosial.
Dengan pijakan nilai keislaman yang kokoh dan orientasi kemajuan yang berkelanjutan, Muhammadiyah di Jakarta Barat terus meneguhkan perannya sebagai mitra strategis bangsa dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berkeadilan.
Sinergi Seluruh Unsur Persyarikatan
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris BDM Jakarta Barat Marjuan Bakri Esha, Bendahara BDM Abdullah Wake, para Wakil Ketua PDM Jakarta Barat, para Ketua Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah se-Jakarta Barat, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Jakarta Barat Hajah Munawaroh beserta jajaran, pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, takmir masjid, kepala sekolah, guru, serta kader Muhammadiyah dari berbagai unsur.
Peresmian SD Muhammadiyah 07: Kebangkitan Pendidikan Pasca Musibah
Momentum penting dalam peringatan Hari Bermuhammadiyah 2026 ini adalah peresmian penggunaan kembali gedung SD Muhammadiyah 07 oleh Wali Kota Administratif Jakarta Barat, setelah sebelumnya sekolah tersebut mengalami musibah kebakaran yang mengakibatkan sebagian bangunan mengalami kerusakan.
Peresmian ini disambut penuh rasa syukur, karena sarana pendidikan yang baik secara fisik diyakini akan meningkatkan semangat belajar, memperkuat motivasi mengajar, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa.
Penutup: Hari Bermuhammadiyah sebagai Tonggak Komitmen Bersama
Dengan demikian, Hari Bermuhammadiyah Jakarta Barat 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan refleksi ideologis, tetapi juga menjadi momen bersejarah yang menegaskan komitmen bersama antara Muhammadiyah dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dalam memajukan pendidikan, membangun karakter bangsa, serta menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Redaktur : Narmodo
