Dr. Ir. Narmodo, M.Ag adalah sosok kader intelektual-organik Muhammadiyah yang memadukan kepemimpinan persyarikatan, aktivitas akademik, dakwah pencerahan, pemberdayaan sosial, serta kiprah profesional dalam satu kesatuan gerak yang berorientasi pada kemaslahatan umat. Latar belakang keilmuan yang integratif antara sains kehutanan, hukum ekonomi syariah, dan ilmu Al-Qur’an dan tafsir membentuk karakter kepemimpinan yang sistematis, visioner, dan berbasis nilai-nilai wahyu.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB University) dengan gelar Insinyur (Ir), yang membentuk pola pikir analitis, perencanaan berbasis data, serta perspektif ekologis dalam melihat pembangunan. Keilmuan ini kemudian diperdalam melalui studi keislaman di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, pada program Magister Agama (M.Ag) konsentrasi Hukum Ekonomi Syariah, hingga meraih gelar doktor (Dr) dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Perjalanan akademik ini memperlihatkan proses integrasi ilmu kauniyah dan qauliyah yang menjadi fondasi gerakan dakwah dan pemikirannya.
Dalam ranah struktural persyarikatan, Dr. Narmodo mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Barat. Kepemimpinannya diarahkan pada transformasi organisasi menuju model gerakan yang lebih dinamis, mandiri, dan berdampak. Ia menekankan pentingnya penguatan cabang dan ranting sebagai basis dakwah, modernisasi tata kelola organisasi, serta pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang unggul dan berkelanjutan.
Baginya, Muhammadiyah bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan peradaban yang harus hadir menjawab problem masyarakat perkotaan: pendidikan, ekonomi, kesehatan, keluarga, dan pembinaan keagamaan. Oleh karena itu, ia mengembangkan pendekatan berbasis perencanaan strategis, pemetaan potensi wilayah, serta penguatan ekosistem kaderisasi yang berkelanjutan.
Komitmennya terhadap dakwah inklusif diwujudkan melalui perannya sebagai Ketua Muallaf Learning Center Muhammadiyah Jakarta. Lembaga ini dibangun sebagai pusat pembinaan muallaf yang tidak hanya menekankan aspek akidah dan ibadah, tetapi juga pendampingan psikologis, penguatan ekonomi, serta integrasi sosial. Pendekatan yang digunakan adalah dakwah berbasis kasih sayang, pemberdayaan, dan pemulihan martabat, sehingga para muallaf mampu tumbuh menjadi Muslim yang mandiri dan berdaya.
Dalam bidang dakwah, ia juga memimpin sebagai Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah Jakarta Barat. Melalui lembaga ini, ia mendorong lahirnya muballigh yang memiliki kompetensi keilmuan, kedalaman spiritual, dan kemampuan membaca realitas sosial. Program standarisasi muballigh, pelatihan tematik, penguatan dakwah digital, serta penyusunan kurikulum kaderisasi muballigh menjadi bagian dari agenda strategisnya. Ia memandang muballigh sebagai agen perubahan sosial yang menghadirkan Islam sebagai solusi.
Aktivitas dakwahnya tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga personal. Ia dikenal sebagai da’i dan muballigh yang aktif menyampaikan risalah Islam berkemajuan di berbagai forum, baik dalam pengajian, pelatihan, kajian akademik, maupun forum kebangsaan. Materi dakwahnya menekankan integrasi antara teks dan konteks, antara nilai wahyu dan problem kemanusiaan kontemporer.
Dalam bidang pelayanan sosial-keagamaan, Dr. Narmodo menginisiasi dan memimpin Muhammadiyah Senior Care Jakarta Barat, sebuah gerakan yang berfokus pada pelayanan dan pendampingan lansia. Program ini lahir dari kesadaran bahwa dakwah harus menjangkau seluruh fase kehidupan manusia, termasuk kelompok usia lanjut yang membutuhkan perhatian spiritual, kesehatan, dan sosial.
Kiprahnya dalam ranah keluarga diwujudkan melalui perannya sebagai Konsultan Keluarga Sakinah. Ia memberikan pendampingan, mediasi, serta edukasi keluarga berbasis nilai-nilai Al-Qur’an dan sunnah, dengan pendekatan psikologis dan sosiologis yang kontekstual. Baginya, keluarga adalah basis peradaban, sehingga penguatan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dari dakwah.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai Konsultan Hukum Islam, khususnya dalam bidang ekonomi syariah dan problematika hukum keluarga. Keahlian ini diperkuat oleh latar belakang akademiknya di bidang Hukum Ekonomi Syariah serta keterlibatannya dalam lembaga fatwa dan arbitrase syariah.
Dalam struktur keulamaan, ia dipercaya sebagai Anggota Dewan Pertimbangan MUI Jakarta Barat, yang berperan memberikan pandangan strategis dalam merespons berbagai persoalan keumatan. Pada tingkat nasional, ia mengemban amanah sebagai Sekretaris II Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) MUI Pusat, yang menunjukkan pengakuan atas kapasitasnya dalam bidang hukum ekonomi syariah dan penyelesaian sengketa berbasis prinsip syariah.
Peran akademiknya dijalankan sebagai dosen di Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta (UTMJ). Di dunia akademik, ia tidak hanya mengajar, tetapi juga membangun tradisi keilmuan yang integratif antara wahyu, ilmu pengetahuan, dan realitas sosial. Ia aktif dalam pengembangan kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, pembinaan mahasiswa, serta penguatan budaya riset yang berorientasi pada solusi bagi umat.
Selain sebagai organisatoris dan akademisi, Dr. Narmodo juga merupakan seorang pengusaha yang menjadikan aktivitas ekonomi sebagai bagian dari dakwah pemberdayaan. Ia memandang kemandirian ekonomi sebagai pilar penting bagi kekuatan umat dan organisasi. Melalui aktivitas kewirausahaan, ia mendorong lahirnya model ekonomi berbasis nilai, etika, dan keberlanjutan.
Karakter kepemimpinannya mencerminkan integrasi antara visi strategis dan kerja teknis. Ia terbiasa menyusun roadmap, indikator kinerja, serta sistem tata kelola yang terukur. Pendekatan ini merupakan refleksi dari latar belakang keilmuan teknik yang berpadu dengan kedalaman pemahaman keislaman.
Di tengah dinamika masyarakat urban yang kompleks, ia mengembangkan model dakwah berbasis ekosistem: masjid sebagai pusat peradaban, amal usaha sebagai instrumen pemberdayaan, keluarga sebagai basis ketahanan umat, dan kader sebagai penggerak perubahan. Baginya, dakwah harus hadir dalam bentuk nyata: pendidikan berkualitas, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, advokasi hukum, dan penguatan spiritualitas.
Sebagai intelektual Muhammadiyah, ia juga aktif menuangkan gagasan dalam berbagai forum ilmiah, pelatihan kader, serta diskursus kebangsaan. Pemikirannya berorientasi pada penguatan peran Islam dalam membangun masyarakat berkemajuan yang adil, beradab, dan berkeadilan sosial.
Keseluruhan kiprah ini menunjukkan bahwa Dr. Ir. Narmodo, M.Ag adalah figur yang menjadikan jabatan sebagai ruang pengabdian, ilmu sebagai instrumen pencerahan, dan dakwah sebagai jalan perubahan sosial. Integrasi antara peran sebagai pemimpin persyarikatan, akademisi, da’i, konsultan, pengusaha, dan pelayan umat menjadikannya representasi kader Muhammadiyah yang bergerak dalam banyak lini untuk satu tujuan: terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Profil ini bukan sekadar potret posisi dan gelar akademik, tetapi narasi tentang perjalanan dakwah yang terus tumbuh—membangun organisasi, memberdayakan umat, menguatkan keluarga, melayani lansia, membina muallaf, menyelesaikan sengketa ekonomi syariah, serta mendidik generasi baru melalui dunia akademik. Sebuah ikhtiar panjang dalam menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dalam konteks kehidupan modern





3 Comments